Desainer Interior Indonesia Mulai Menuju Internasional

desainer interior lokal menuju internasional

Gemaintermulia – Industri kreatif di bidang desain interior terus berkembang. Ketua Biasa Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Lea Aviliani Aziz mengatakan, pertumbuhan industri ini tumbuh sampai 50 % jikalau dibandingi tahun lalu.

Pun jikalau tahun lalu tak ada desainer Indonesia yang berkarya di luar negeri, pada tahun 2017, telah terdapat 5 % desainer interior Indonesia mendesain interior di luar negeri.

“Pertumbuhan pengguna jasa interior cukup signifikan dibandingi tahun lalu yaitu sampai 50%. Tak ada sasaran sampai akhir tahun karena tergantung terhadap orang gunakan jasa kita,” tutur Lea.

Lea mengatakan penyebab dari peningkatan permintaan jasa desain interior sebab adanya kesadaran masyarakat bahwa desainer interior diperlukan dalam sebuah bangunan.

Sebelumnya, cuma mengandalkan arsitek dan kontraktor saja. Kecuali order datang dari pihak swasta, Lea mengatakan dikala ini pemerintah juga mulai ramai memesan jasa desain interior.

Lea menerangkan bahwa di Indonesia, produk lighting ialah produk yang paling lamban berkembang lantaran kendala material. Produk lighting dari China masih unggul di pasar Indonesia. Seakan produk yang paling berkembang cepat yakni houstery atau kain.

Kecuali itu kendala yang kerap kali dijumpai oleh pelaku desain interior di Indonesia yakni minimnya bahan baku yang ada di Indonesia. Sampai 60% bahan baku masih diimpor. Adapun bahannya berupa kayu. melamik, paku, sampai sekrup.

Berdialog popularitas popularitas desain interior, dikala ini gaya eklektik yaitu kumpulan campuran dari beragam gaya klasik, vintage, ataupun modren. “Keunikannya kita dapat menggunakan barang-barang yang telah lama dicampur dengan barang modren. Isu ini di Indonesia telah semenjak dua tahun lalu,” ujar Lea.

 

Sumber: Jasa Desain Interior

You may also like...